Cerita ini semoga dapat menjadi
penghibur buat yang galau, yang lagi sedih atau yang stress.. pusiang2..dan lainnya. Cerita
ini bukan fikti belaka.. ini Asli dan maaf banyak bahasa gado-gado (jawa-indo) ^_^ Selamat Menikmati kisah “Bukan
sekedar Pitik Biasa”
Jumat, 22 Februari 2013
Kamis, 27 Desember 2012
SERTIFIKASI BENIH
PENDAHULUAN
Tentang riwayat
sertifikasi benih ini menurut COPELAND
(vide “Principles Of Seed Sciences and Technology”, 1997) bermula dengan
dibentuknya di Swedia yaitu perkumpulan yang disebut Sweedisch Associate (tahun
1888). Tujuan perkumpulan ini untuk memproduksi dan mengembangkan benih-benih
tanaman dengan mutu yang baik bagi pemakaian di Negara tersebut. Kemudian
ditingkatkan bagi pemakaian di beberapa Negara lainnya. Kenyataan adanya usaha
demikaian di Negara tersebut melahirkan : (a) Balai Penelitian Seleksi Tanaman,
(b) Organisasi Penyebaran Benih, serta (c) Balai Pengujian Benih, yang
selanjutnya terjadi suatu penggabungan dan melahirkan program Sertifikasi
Benih.
Di Indonesia, pada
zaman pemerintah Hindia Belanda tahun 1920 telah mulai adanya perhatian
terhadap soal perbenihan dan meningkatkan perbaikan cara-cara bercocok tanam
usaha-usahanya diarahkan kepada pengadaan benih yang kemudian di ikuti dengan
pendirian lumbung-lumbung benih untuk menyediakan benih bagi para petani. Pada tahun
1930 kegiatannya meningkat yaitu dengan dibangunnya balai benih (khususnya di
Jawa). Balai Benih ini berfungsi sebagai sumber benih yang agak lebih baik
mutunya dan secara terus-menerus dapat memenuhi kebutuhan para petani. Suatu
cara yang sangat disayangkan ketika itu ialah tentang pendistribusiannya
tertuju pada basis yang tidak efisien, sehingga terjadi kontaminasi yang terasa
kurang manfaatnya. Sebab sebagian besar
para petani yang produkstif tidak mendapatkannya.
Sabtu, 08 Desember 2012
UNTUK CEMBURU PUN AKU TAK BERHAK
Bismillahirrahmanirahim..
Rabu, 21 November 2012
SEKILAS INFO DARI MATKUL ILMU PENYAKIT TUMBUHAN
FAKTOR
– FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKECAMBAHAN
SPORA
1.
Air
Bagi kebanyakan jenis spora, kehadiran
air atau suatu kelembaban relatif tinggi adalah penting untuk perkecambahan.
beberapa spora mampu berkecambah pada kelembaban relatif rendah. Karena spora sebagian
besar memiliki kadar air rendah, hidrasi merupakan langkah awal yang penting
dalam proses perkecambahan. Penyerapan
air adalah proses aktif dan memerlukan perubahan dalam permeabilitas dinding
spora. akibat banyaknya memerlukan pasokan nutrisi eksogen,spora mengalami
pembengkakan.
Sabtu, 20 Oktober 2012
PROSES PERKECAMBAHAN FISIOLOGIS
A.
Pendahuluan
Pertumbuhan awal
tumbuhan berbiji dimulai dari biji. Biji mengandung potensi yang dibutuhkan
untuk tumbuh menjadi individu baru, misalnya embrio, cadangan makanan, dan
calon daun (calon akar). Sebutir biji mengandung satu embrio. Embrio terdiri
atas radikula (yang akan tumbuh menjadi akar) dan plumula (yang akan tumbuh
menjadi kecambah). Cadangan makanan bagi embrio tersimpan dalam kotiledon yang
didalamnya terkandung pati, protein dan beberapa jenis enzim. Kotiledon dikelilingi
oleh bahan yang kuat, disebut testa. Testa berfungsi sebagai pelindung
kotiledon untuk mencegah
kerusakan embrio dan masuknya bakteri atau jamur ke dalam biji. Testa memiliki
sebuah lubang kecil, disebut mikropil. Di dekat mikropil terdapat hilum yang
menggabungkan kulit kotiledon.
Langganan:
Postingan (Atom)